Natto, Makanan Tradisional Jepang Hasil Fermentasi Kacang Kedelai

Juni 16, 2019



Natto mungkin terlihat aneh bagi masyarakat Indonesia. Namun, makanan tradisional tersebut tetap mengundang rasa penasaran karena cara pengolahannya yang cukup unik. Prosesnya sekilas akan mengingatkan kita dengan tempe dan tahu, sebab bahan utamanya sama: kacang kedelai.

Bedanya, natto memanfaatkan ragi atau bakteri (biasanya Bacillus subtilis) dalam tahap fermentasi untuk mengubah sumber karbohidrat menjadi asam organik atau alkohol. Maka bukan hal aneh kalah hidangan ini menguarkan bau tak sedap, tetapi bukan berarti tak layak dikonsumsi. Teksturnya pun lengket dan berlendir yang membuat satu kedelai dengan kedelai lainnya saling terkait.

Jenis natto yang diolah masyarakat Jepang cukup bervariasi, tetapi itohiko natto menjadi yang paling sering dikonsumsi. Ada tiga jenis itohiko natto yang dikenal, yaitu:

  1. Marudaizo natto
Marudaizo natto adalah jenis natto yang memanfaatkan kacang kedelai utuh. Semakin besar ukurannya, maka tekstur lengket yang dihasilkan pun berkurang, sehingga cocok untuk pemula yang belum pernah menyantap natto.

Kedelai hitam bisa digunakan juga sebagai pengganti kedelai kuning, apalagi aroma yang dikeluarkan lebih lezat. Untuk memperkaya cita rasanya, ditambahkan wasabi untuk memberikan sensasi pedas sekaligs segar. Marudaizo natto mengeluarkan aroma yang kurang sedap, tetapi jauh lebih lemah bila dibandingkan natto lainnya.

2.             Hikiwari natto
Dalam pembuatan hikiwari natto, kacang kedelai akan dipanggang terlebih dahulu, lalu digiling untuk kemudian dikelupas kulitnya sebelum nantinya direbus. Metode tersebut akan menciptakan permukaan luas yang memudahkan bakteri untuk mencengkeramnya. Dengan begitu, natto yang dihasilkan akan lebih lengket.
Hikiwari natto juga memiliki kedelai berukuran lebih kecil dan rasanya lebih segar daripada marudaizo natto. Jenis natto ini direkomendasikan untuk orang-orang yang sudah terbiasa menyantap makanan tradisional tersebut.

3.             Goto natto
Ketiga, ada goto natto yang menggunakan bahan-bahan seperti garam dan koji (sejenis gandum) untuk proses fermentasinya. Dibutuhkan waktu sekitar satu minggu untuk memprosesnya sebelum natto siap disajikan. Apabila jumlah garam yang digunakan dilebihkan sedikit, maka natto akan berubah nama jadi yukiwari natto.

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »